Thursday, May 29, 2003

IMMORTAL


Kujentik pucuk hidungnya perlahan. Seperti daun Putri malu di tepian jalan, hidungnya mengerut dan bola matanya membelalak. Pipinya yang ranum membentuk gumpalan dan kedua bibirnya rapat menyatu, merengut, merona. Kuraih tubuh kecil itu ke dalam pelukanku, harum susu menghambur baur. Kudekap dalam pelukan dan kulantunkan tembang “Kasih” dengan irama jantungku..
Aku tidak pernah menginginkan kau tertidur ataupun terlena dalam haribaanku. Aku hanya ingin kau tahu bahwa disini, di dalam dadaku ada tempat dan kehangatan untuk kamu. Seperti tungku penghangat dimusim salju, matahari pagi di musim panas, lambaian daun kering di musim gugur dan gerai senyuman kelepak bunga di musim semi. Tempat abadi dimana cinta kasih tak mengenal usia, tak pernah lekang ataupun lapuk, biar badai haru biru menerpa hidupmu, biar terpuruk engkau disudut bumi….di hati ini….ada sepenggal kasih abadi menanti…immortal…

No comments: